Literature Review: Respon Morfologi Daun Tumbuhan Terhadap Faktor Lingkungan
Abstrak
Faktor lingkungan merupakan faktor penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Dalam beradaptasi terhadap faktor lingkungan, tumbuhan akan merespon melalui fisiologi, morfologi serta anatomi. Salah satu aspek yang tercepat dalam merespon perubahan faktor lingkungan yaitu morfologi daun, karena daun merupakan organ yang paling sensitif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Literature review ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui respon morfologi daun terhadap faktor lingkungan. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan mengkaji 25 artikel yang diseleksi hingga diperoleh 5 jurnal nasional, 8 jurnal internasional, dan 4 jurnal terindeks sehingga berjumlah 17 artikel. Berdasarkan hasil identifikasi 17 artikel ilmiah didapatkan hasil bahwa tumbuhan merubah aspek morfologi daun seperti ukuran daun, bentuk daun, ketebalan daun, dan warna daun sebagai bentuk adaptasi terhadap faktor lingkungan seperti faktor iklim seperti intensitas cahaya matahari, kelembapan, curah hujan, dan suhu, kekeringan, ketinggian, faktor lingkungan antropogenik, faktor air dan faktor tanah.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Al-Obaidy, A. H. M., Jasim, I. M., & Al-Kubaisi, A. R. A. (2019). Air Pollution Effects in Some Plant Leaves Morphological and Anatomical Characteristics within Baghdad City. Iraq. Engineering and Technology Journal, 37(1C): 84-89.
Chia, S. Y., & Lim, M. W. (2022). A critical review on the influence of humidity for plant growth forecasting. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 1257: 1-6.
De Micco, V., & Aronne, G. (2012). Morpho-Anatomical Traits for Plant Adaptation to Drought. In Plant Responses to Drought Stress (pp. 37–61).
Embiale, A., Hussein, M., Husen, A., Sahile, S., & Mohammed, K. (2016). Differential sensitivity of Pisum sativum L. cultivars to water-deficit stress: changes in growth, water status, chlorophyll fluorescence and gas exchange attributes. Journal of Agronomy, 15(2), 45.
Fritz, M.A., Rosa, S., and Sicard, A. (2018). Mechanisms Underlying the Environmentally Induced Plasticity of Leaf Morphology. Frontiers in Genetics, 9:1–25.
Gardner, F.P., Perace, R.B., dan Mitcell, R. L. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerjemah: Susilo, H. Jakarta: UI Press.
Herison, C., & Turmudi, E. (2010). Studi kekerabatan genetik aksesi uwi (Dioscorea sp.) yang dikoleksi dari beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Akta Agrosia, 13(1): 55–61.
Hovenden, Mark., Vander Schoor, Jacqueline., Osanai, Y. (2012). Relative humidity has dramatic impacts on leaf morphology but little effect on stomatal index or density in Nothofagus cunninghamii (Nothofagaceae). University of Tasmania. Journal contribution.
Jayadi EM. (2015). Ekologi Tumbuhan. Cetakan Pertama. Institut Agama Islam Negeri (lAIN) Mataram. Mataram.
Kong, Y., Masabni, J., Niu, G. (2023). Temperature and Light Spectrum Differently Affect Growth, Morphology, and Leaf Mineral Content of Two Indoor-Grown Leafy Vegetables. Horticulture, 9(3): 331.
Leghari, S. K., & Zaidi, M. (2013). Effect of air pollution on the leaf morphology of common plant species of Quetta city. Pak. J. Bot, 45(S1): 447-454.
Li, Y., Zou, D., Shrestha, N., Xu, X., Wang, Q., Jia, W., and Wang, Z. (2021). Spatiotemporal Variation in Leaf Size and Shape in Response to Climate. Journal of Plant Ecology, 13(1):87–96.
Liu, W., Zheng, L., & Qi, D. (2020). Variation in leaf traits at different altitudes reflects the adaptive strategy of plants to environmental changes. Ecology and evolution. 10(15): 8166–8175.
Mardin et al. (2024). Perubahan Lingkungan dan Upaya Mengatasinya. Gorontalo: Tahta Media Group.
Mayandri, F., & Vauzia, V. (2022). Perbandingan Morfologi Daun Kerai Payung (Filicium decipiens L.) di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas. Natural Science. 8(1): 33-38.
Mudhor, M. A., Dewanti, P., Handoyo, T., & Ratnasari, T. (2022). Pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi hitam varietas jeliteng. Agrikultura, 33(3): 247-256.
Putri, V.R.W. & Vauzia. (2021). Karakteristik Morfologi Daun Tumbuhan Yang Dominan di Daerah Aliran Sungai Batang Arau Kota Padang Sumatera Barat. Serambi Biologi, 6(1): 40-46.
Refli., Dima, A. O. M., Mauboy R. S. Amalo, D., Momo, A. N & Yunista, P. 2024. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Wijen (Sesamum indicum L.) Lokal Maumere Yang Diinduksi Cekaman Kekeringan. Jurnal Biotropika Sains. 21(2): 46-55.
Rifai, A. K., & Puspitawati, R. P. (2022). Respon Morfologi, Anatomi dan Fisiologi Daun Kersen (Muntingia calabura) Akibat Paparan Timbal Pb yang Berbeda di Surabaya. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 11(1): 8-14.
Solichatun, E. A., & Mudyantini, W. (2005). Pengaruh ketersediaan air terhadap pertumbuhan dan kandungan bahan aktif saponin tanaman ginseng jawa (Talinum paniculatum Gaertn.). Biofarmasi, 3(2), 47-51.
Sulistyowati, D. D., Widiyono, W., Insaniy, G. F. A., & Desmawati, I. (2022). Morfologi Daun Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L) sebagai Respon. terhadap Cekaman Kekeringan. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 3(1): 643-654.
Tian, M.,Yu, G., He, N., and Hou, J. (2016). Leaf Morphological and Anatomical Traits from Tropical to Temperate Coniferous Forests: Mechanisms and Influencing Factors. Scientific Reports, 6:1–10.
Vauzia, V., Mayandri, F., Azizah, N., & Alti, R. P. (2023). Morphological and Stomata Characteristics of Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) Leaves as Green Plants in Padang City, Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(6): 4402–4409.
Wang H, Wang R, Harrison SP, Prentice IC. (2022). Leaf morphological traits as adaptations to multiple climate gradients. Journal of Ecology, 110(6):1344-1355.
Wang, S., Zhou, H., He, Z., Ma, D., Sun, W., Xu, X., & Tian, Q. (2024). Effects of Drought Stress on Leaf Functional Traits and Biomass Characteristics of Atriplex canescens. Plants, 13(14), 2006.
Wu, L., Kang, H., Zhuang, H. and Liu, C. (2010). Variations of Quercus variabilis leaf traits in relation to climatic factors at regional scale. Chin. J. Ecol, 29: 2309–2316.